Wah, 6 Bumbu Masakan Ini Ternyata Bisa Menjadi Bahan Pengawet Alami!

  • Pengawet alami

Anda ingin menyantap makanan olahan? Jika sesekali dilakukan memang tidak masalah, tetapi jika sudah disantap secara rutin, makanan olahan sangatlah tidak baik untuk tubuh. Alasannya, karena makanan ini mengandung pengawet buatan yang ternyata berbahaya untuk tubuh. Anda tentunya tidak ingin bukan sakit karena makanan favorit?

Maka dari itu, daripada menyantap makanan olahan yang menggunakan terlalu banyak bahan pengawet yang terlalu berhaya, lebih baik Anda membuat makanan olahan sendiri yang ditambah dengan pengawet alami

Berikut adalah beberapa bumbu masakan yang juga bisa dijadikan pengawet alami.

1. Garam Himalaya

Garam Himalaya merupakan bumbu makanan yang terbentuk secara alami di Pakistan. Selain dikenal sebagai penyedap makanan sehat, ternyata garam ini juga dapat dimanfaatkan sebagai pengawet. Caranya, Anda hanya perlu mengambil sejumput garam Himalaya, lalu taburkan ke makanan seperti sup, pasta, dressing, saus cocolan, atau sayur-sayuran. Dengan begitu, makanan yang ada di dapur dapat bertahan lebih lama.

2. Bawang Putih

Bawang putih memang telah dikenal cukup lama sebagai bumbu makanan yang memiliki fungsi ganda untuk membunuh bakteri. Oleh karena itu, dengan memasukkan bumbu ini ke dalam makanan dapat memperlambat proses berkembangnya bakteri di dalam makanan. Sehingga, makanan seperti saus cocolan, sup, atau makanan lainnya dapat bertahan lebih lama tanpa perlu Anda hangatkan terus menerus.

3. Bumbu Pedas

Memiliki bumbu pedas yang jarang dipakai? Jangan Anda buang ya, karena bumbu masakan seperti cabai, saus pedas, tobacco atau mustad ini ternyata juga bisa menjadi pengawet. Alasannya, karena bumbu seperti mustard atau saus pedas mengandung cuka di dalamnya, yang telah lama dikenal sebagai pengawet. Selain itu, bumbu-bumbu ini juga dapat melawan bakteri yang hinggap ke makanan. Oleh karenanya, memasukkan sedikit bumbu pedas ke dalam makanan dapat menjadi salah satu solusi Anda agar makanan dapat bertahan lama.

4. Cuka Meja

Ternyata, cuka meja yang biasa dijadikan sebagai penyedap atau penyeimbang rasa masakan juga dapat dimanfaatkan sebagai pengawet. Larutan ini sendiri dibuat dari fermentasi air dan gula, yang menghasilkan Asam Asteta. Asam inilah yang dapat berguna untuk membunuh bakteri atau mikroba yang menyebabkan makanan menjadi cepat basi. Selain itu, penambahan cuka di makanan juga dapat meningkatkan rasanya.

5. Lemon

Lemon diketahui mengandung asam sitrat, salah satu zat yang dapat digunakan untuk pengawet alami. Baik kulit maupun daging lemon dapat mencegah makanan mengalami kerusakan. Oleh karena itu, menambahkan perasan lemon di makanan yang baru matang atau sudah dingin bisa menjadi solusi agar makanan dapat dimakan lebih lama.

6. Gula

Selain berguna sebagai pemanis makanan dan minuman, ternyata gula juga dapat digunakan sebagai pengawet. Zat yang terdapat di dalamnya diketahui dapat menghilangkan mikroorganisme dan air yang ada di dalam makanan. Cara yang diterapkan mirip dengan garam, yaitu melalui osmosis atau mengangkat air yang ada di dalam makanan. Sehingga, makanan seperti sup atau tumisan dapat bertahan lebih lama.

Meskipun beberapa bumbu masakan di atas dapat dimanfaatkan sebagai pengawet alami, bukan berarti semua pengawet buatan itu buruk untuk kesehatan. Salah satu brand pengawet tersebut adalah CFB Chemische Fabrik Budenheim, yang memproduksi bahan pengawet dari fosfat dan turunannya, yang aman untuk kesehatan tubuh atau food grade.

Oleh karena itu, produk pengawet makanan alami dari CFB Chemische Fabrik Budenheim pastinya terjamin kualitas dan keamanannya untuk dikonsumsi oleh manusia. Produk ini bisa Anda dapatkan di PT. Markaindo, dengan informasi lengkapnya dapat Anda temukan di website www.markaindo.co.id atau dapat pula berkonsultasi dan bertanya langsung melalui email di marketing@markaindo.co.id.