Uniknya Sosis Lezat dari China dan Korea

  • transglutaminase

Jangan mengaku penggemar sosis kalau Anda belum pernah mencoba sosis tradisional dari China dan Korea. Ya, benar sekali, kedua negara Asia ini ternyata memiliki makanan tradisional berupa sosis yang sangat jauh berbeda dengan sosis dari Jerman alias bratwurst. Dari segi rasa dan tampilan, sosis dari China dan Korea sangatlah unik dan layak untuk dicoba.

Lap Cheong

Lap Cheong merupakan bahasa Kanton yang bisa digunakan untuk menyebut berbagai jenis sosis di China. Lap Cheong sendiri kebanyakan dibuat dari jerohan hewan seperti hati. Tekstur Lap Cheong berbeda-beda, ada yang sangat lembut dan ada pula yang sangat keras. Lap Cheong pada dasarnya hanya dibumbui dengan kecap, gula, dan juga lemak dari babi.

Yang menjadi kesamaan dari seluruh jenis sosis China adalah rasanya yang sangat manis dan teksturnya yang sedikit lengket. Karena rasanya yang cukup tajam, Lap Cheong seringkali menjadi campuran untuk bahan makanan lain dan tidak dikonsumsi secara terpisah. Saat digoreng, Lap Cheong akan memiliki tekstur luar yang cukup renyah. Setelah dipotong kecil-kecil, Lap Cheong ini kemudian dimasukkan ke dalam berbagai jenis masakan seperti nasi goreng atau tumisan.

Selain itu, Lap Cheong juga banyak dikonsumsi bersamaan dengan mie. Irisan Lap Cheong yang keras akan menjadi lebih lunak saat direndam ke dalam kuah mie. Lemak daging babi yang ada di dalam Lap Cheong justru akan memperkaya cita rasa mie. Saat memasak menggunakan Lap Cheong, Anda tak perlu lagi menggunakan terlalu banyak bumbu yang malah akan memunculkan rasa berlebihan.

Baca juga : Taixing Dongsheng Food Science & Technology

Sundae

Penggemar drama Korea pasti sudah akrab dengan jenis sosis satu ini. Ya, Sundae adalah sosis tradisional Korea yang terbuat dari campuran mie bernama dangmyeon, daun bawang, pasta kedelai fermentasi atau doenjang,  dan juga dadih atau darah babi. Ya, itulah mengapa Sundae memiliki warna hitam kemerahan dan serin pula disebut sebagai sosis darah.

Bagi yang tidak pernah mengonsumsinya, Sundae mungkin terdengar aneh bahkan menjijikkan. Namun masyarakat Korea sangat suka menyantap sosis ini dan memasukkannya ke dalam berbagai jenis kuah. Di Korea sendiri ada banyak jenis Sundae, salah satunya yang terkenal adalah Onjingeo Sundae dari Gangwon yang terbuat dari campuran cumi.

Ada beberapa hidangan terkenal di Korea yang menggunakan Sundae sebagai bahan utamanya, yakni Sundaeguk yang merupakan sejenis sup dengan isian Sundae dan berbagai jerohan seperti hati, paru, serta babat. Ada pula Sundaebokkeum alias tumisan berbahan dasar Sundae yang diberi tambahan sayur serta saus cabai tradisional Korea atau gochujang. Selain itu, ada juga hidangan bernama Baeksundae yang juga merupakan makanan tumisan namun tidak diberi campuran saus cabai.

Nah, Anda bisa lho mencoba membuat sendiri beraneka sosis dari berbagai negara, taj hanya China dan Korea. Supaya hasil sosis lebih enak, jangan lupa menambahkan transglutaminase.  Transglutaminase merupakan enzim yang berfungsi sebagai katalisator pada reaksi polimerisasi dan pembentukan ikatan silang (crosslinking) pada molekul-molekul protein, khususnya antara asam amino glisin dan lisin. Salah satu jenis transglutaminase adalah Transglutaminase TG-B101 yang bisa dicampurkan dalam pembuatan sosis untuk memperbaiki tekstur  serta meningkatkan kekenyalan.

Untuk mendapatkan berbagai jenis transglutaminase berkualitas yang bisa digunakan dalam pembuatan sosis dan berbagai makanan lain, Anda tinggal menghubungi PT Markaindo Selaras melalui situs resminya www.markaindo.co.id atau melalui email di marketing@markaindo.co.id.