Tips Menjaga Bahan Baku Makanan agar Tetap Sehat

  • Beberapa tips menjaga bahan baku makanan Anda untuk tetap sehat

Memasak memerlukan bahan bahu makanan yang bersih, segar dan tidak cacat. Selain faktor pemilihan dan penanganan bahan baku makanan, faktor penyimpanan juga mempengaruhi kualitas bahan baku makanan. Ketika memasak terkadang kita suka menyisakan bahan baku makanan yang tidak terpakai saat memasak.

Sisa-sisa bahan baku makanan tidak mungkin dibuang begitu saja. Sisa-sisa tersebut disimpan untuk bisa Anda gunakan lagi pada aktivitas memasak yang akan datang. Ketika memasak, tentu diinginkan bahan yang berkualitas —yaitu bahan yang segar, tidak terkontaminasi, dan tidak cacat— supaya makanan yang dihasilkan juga berkualitas. Untuk menjaga kualitas makanan ternyata dibutuhkan beberapa cara atau teknik. Beberapa tips menjaga bahan baku makanan agar tetap sehat sebagai berikut.

 

Jenis alat /tempat penyimpanan

Sebelum Anda menentukan teknik penyimpanan, perlu diketahui terlebih dahulu mengenai alat penyimpanan dan karakteristik bahan baku makanan.

Ada dua macam tempat untuk menyimpan bahan baku makanan yaitu dry store dan cold store. Dry store merupakan tempat penyimpanan kering dan sejuk bersuhu 20-24 °C. Sedangkan cold store merupakan tempat penyimpanan yang dingin dan basah karena embun. Berdasarkan suhu, cold store diklasifikasikan menjadi 4, yaitu:

- Vegetable store, tempat penyimpanan bersuhu 10 °C dengan karakteristik dingin dan segar.

- Chiller, tempat penyimpanan bersuhu 4 °C dengan karakterisk dingin namun tidak membekukan.

- Refrigerator, tempat penyimpann bersuhu 0-3 °C dengan karakteristik dingin sekali dan dapat membekukan.

- Freezer, tempat penyimpanan bersuhu -18 °C yang dapat membekukan bahan baku makanan dalam waktu cepat.

Tata letak penyimpanan bahan baku makanan

Dapat dimaklumi apabila terkadang sebuah dapur tidak memiliki cukup lemari penyimpanan sesuai kategori bahan baku makanan. Sebuah dapur pada umumnya memiliki 2 jenis penyimpanan yaitu satu lemari pendingin dengan chiller dan frezer yang menjadi satu dan refrigerator. Hal ini membuat pengelola dapur terpaksa meletakkan beberapa bahan dengan karakteristik yang berbeda pada tempat yang sama.

Untuk menghindari kontaminasi makanan Anda harus memisahkan bahan baku makanan sesuai jenisnya. Sayuran segar dan buah-buahan perlu ditempatkan pada wadah tertentu dan dijauhkan dari telur dan produk susu. Pisahkan bahan kering dengan bahan basah. Akan menyebalkan apabila tepung yang hendak diolah perlu dibuang sebagian hanya karena terdapat tetesan minyak di dalamnya.

Pisahkan bahan tabur dengan bahan krim. Produk makanan yang menggunakan krim atau mentega sebagai bahan utama, tidak akan lembut apabila mentega telah terkontaminasi tepung. Bahan yang baru datang diletakkan pada bagian dalam lemari penyimpanan atau bagian bawah bahan sejenis yang sudah ada. Hal ini untuk mendukung alur penyimpanan dan pengambilan bahan baku makanan.

Alur penyimpanan

Akan  ada saat dimana bahan baku makanan yang ada dalam tempat penyimpanan menumpuk karena bahan yang lama masih sedikit dan belum habis tapi pengelola dapur sudah membeli bahan baru. Oleh karena itu, Anda perlu membuat Alur keluar masuknya bahan makanan yang seimbang.

Keseimbangan penyimpanan dan pengambilan bahan baku makanan Anda di rumah dapat Anda capai dengan metode FIFO, yaitu metode First In First Out. Artinya barang yang terlebih dahulu dimasukkan pada tempat penyimpanan harus terlebih dulu dikeluarkan pula. Hal ini dimaksudkan supaya tidak ada bahan yang terlalu lama disimpan sehingga akan berkurang kualitas dan kesegarannya.

Inventaris bahan dan pengendalian mutu

Sebuah restoran wajib hukumnya untuk melakukan inventaris bahan. Hal ini dilakukan guna menunjang efisiensi produksi. Anda bisa membuat pembukuan tentang data jumlah dan waktu bahan masuk dan keluar perlu dengan baik untuk menghindari miskalkulasi produksi. Akan tetapi, tidak hanya sebuah restoran, dapur rumah tangga pun juga dapat dilakukan inventaris bahan. Tidak perlu serumit restoran dengan menggunakan dokumen yang kompleks. Sekedar mengingat bahan-bahan yang masih tersedia di dapur pun sudah merupakan inventarisasi bahan.

Baca juga: Memilih Bahan Baku Makanan Berkualitas: Bagaimana Caranya?

Itulah beberapa tips menjaga bahan baku makanan agar tetap sehat. Selain menjaga bahan baku makanan untuk tetap segar, Anda juga harus membeli bahan makanan yang memang terjamin kualitasnya. Salah satu penyedia bahan baku makanan yang berkualitas adalah Markaindo.

PT. MARKAINDO SELARAS merupakan perusahaan swasta Indonesia yang bergerak dalam bidang pengadaan bahan baku untuk industri makanan. Dengan motto "supplier of quality food ingredients“, perusahaan yang didirikan pada tahun 1982 ini mempunyai tujuan untuk memasok dan menjaga ketersediaan bahan baku berkualitas untuk industri makanan, khususnya industri pengolahan daging dan hasil laut.

Bahan baku yang disuplai oleh PT. MARKAINDO SELARAS setidaknya harus memiliki 3 karakteristik, yaitu: bersifat fungsional, food grade dan halal. Dalam usianya yang mendekati 30 tahun, PT. MARKAINDO SELARAS telah menjalin kerja sama yang harmonis, baik dengan perusahaan di Indonesia selaku customer maupun dengan prinsipal dari berbagai Negara. , Anda dapat menghubungi kami di halaman kontak website di www.markaindo.co.id. Anda juga dapat mengirimkan email ke  marketing@markaindo.co.id. Berbelanja perlengkapan usaha pangan yang mudah, praktis dan lengkap hanya di Markaindo Selaras