Sosis: Baik Bagi Kesehatan atau Tidak?

  • manfaat sosis

Anda senang makan sosis? Makanan olahan daging yang satu ini memang sudah menjadi makanan terkenal di dunia yang sering dijadikan bahan atau topping dari masakan seperti hot dog, quesadillas, dan bahkan nasi goreng. Hal ini karena sosis adalah makanan cepat saji yang sangat praktis, dengan rasa yang gurih dan harga yang murah serta mudah Anda dapatkan di mana pun Anda berada.

Sosis pertama kali hadir di Sumeria, namun penggunaannya sebagai bahan makanan berkembang pesat di negara-negara Eropa, terutama Jerman yang menjadikan makanan ini sebagai makanan utama yang kurang lebih memiliki seribu varian.

Dalam pembuatannya sosis bisa menggunakan daging sapi, ayam, maupun domba. Sosis dianggap memiliki nilai gizi yang tinggi karena terbuat dari daging giling. Namun, apakah anggapan tersebut benar adanya?

Sebenarnya belum tentu demikian, karena di beberapa penelitian, sosis tidak dianggap sebagai makanan yang baik untuk kesehatan. Pasalnya, ada beberapa orang yang mengalami kondisi tertentu yang dilarang untuk mengonsumsi sosis. Mengapa demikian? Yuk simak hal-hal positif dan negatif dari sosis berikut.

 

Hal Positif dari Sosis

Selain praktis untuk dikonsumsi dan mudah ditemukan, sosis juga sangat awet untuk disimpan dalam jangka yang cukup lama. Terlebih, sosis juga mengandung zat-zat yang sangat baik untuk tubuh, yaitu :

1. Protein

Berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI 01-3820-1995), banyak protein terkandung di dalam sosis karena terbuat dari daging giling hewani. Seperti yang telah kita ketahui, daging merupakan sumber protein yang baik untuk tubuh, dan protein merupakan zat yang sangat baik untuk dikonsumsi karena protein dapat berfungsi sebagai zat pembangun serta dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Sosis yang baik harus mengandung protein minimal 13%, lemak maksimal 25% dan karbohidrat maksimal 8%.

2. Vitamin B12

Tidak hanya protein, sosis juga mengandung vitamin B12 yang bersumber dari kelompok makanan hewani. Selain berfungsi untuk mengaktifkan bentuk folat, Vitamin B12 juga diperlukan dalam fungsi normal, semua metabolisme sel saluran cerna, sumsung tulang, dan jaringan syaraf.

3. Zat Besi (Iron)

Zat besi yang terdapat pada sumber makanan hewani mampu diserap tubuh lebih banyak dibanding zat besi yang bersumber dari nabati (non-heme). Zat besi berfungsi sebagai alat pengangkut oksigen dalam bentuk hemoglobin. Tidak hanya itu, zat besi juga mampu meningkatkan kemampuan belajar dan mencegah anemia.

 

Hal Negatif Dari Sosis

Selain kebaikan dan kelezatan rasanya, ternyata sosis juga dapat menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan. Sosis mengandung lemak tak jenuh, sodium dalam jumlah yang tinggi, tanpa serat serat, serta zat-zat aditif yang dapat menimbulkan sifat sensori bagi sosis.

Nah, untungnya Anda dapat membuat sendiri sosis dirumah, sehingga anda bisa membatasi bahan-bahan yang dapat merugikan tubuh Anda tersebut. Sangat mudah kok, membuat sosis di rumah. Cukup gunakan daging segar yang digiling, bumbui dengan rempah-rempah yang segar, dan gunakan garam sebagai zat pengawet alami.

Salah satu hal terpenting dalam pembuatan sosis adalah pemilihan selongsong sebagai pembungkus daging giling. Pada zaman dahulu, selongsong sosis terbuat dari usus hewan. Namun saat ini Anda tidak perlu repot karena Anda dapat menggunakan Visko Fibrous Casing, yaitu selongsong sosis dengan bahan yang aman untuk tubuh.

Visko Fibrous Casing telah diproduksi sejak tahun 1952 dan telah memenuhi standar international ISO 9001. Visko – Teepak, Sang Produsen Visko Fibrous Casing, juga telah mengikuti peraturan pemerintah akan keamanan lingkungan sesuai dengan sertifikasi ISO 14001 dan produk ini juga telah mendapat sertifikasi halal dari MUI.

Casing juga tersedia dalam berbagai pilihan warna seperti kuning, coklat, merah dan transparan. Anda bisa mendapatkan Texturized Visko Fibrous Casing di Indonesia melalui PT. Markaindo Selaras. Anda bisa menghubungi mereka di www.markaindo.co.id