Pengawet Roti yang Aman Bagi Konsumen

  • pengawet roti

Roti merupakan salah satu makanan bahan makanan pokok terbuat dari campuran tepung terigu, air, garam, dan ragi roti. Sampai saat ini roti telah menjadi salah satu makanan yang perkembangannya sangat pesat karena memiliki peminat yang cukup tinggi. Di Indonesia roti bukan merupakan makanan pokok namun karena kepraktisannya, roti banyak dikonsumsi pada saat sarapan pagi terutama bagi masyarakat perkotaan yang sibuk.

Berbagai variasi pun semakin berkembang dan menghasilkan bentuk serta rasa yang beragam. Ada roti tawar dan roti manis yang diisi dengan berbagai jenis selai buah-buahan, coklat, krim, daging atau jenis yang lainnya.

Kontaminasi pada Roti

Kerusakan pada roti dapat disebabkan oleh pertumbuhan mikro organisme dan kerusakan yang disebabkan oleh reaksi kimia. Kerusakan yang disebabkan oleh reaksi kimia atau fisik terjadi secara perlahan-lahan sehingga dapat menyebabkan pengerasan pada bagian dalam roti. Roti akan mulai kehilangan kesegarannya.

Roti merupakan pangan yang tidak dapat disimpan lama karena masih memiliki kandungan air yang cukup tinggi. Air tersebut yang menyebabkan mudahnya mikro organisme tumbuh. Biasanya jenis mikro organisme yang paling mudah tumbuh di roti adalah kapang.

Hal ini dikarenakan kapang membutuhkan sedikit air untuk dapat tumbuh. Kerusakan karena kapang biasa ditandai dengan adanya serabut putih seperti kapas atau berwarna merah, hijau dan hitam. Jika roti yang sudah ditumbuhi oleh kapang sebaiknya jangan dikonsumsi lagi.

Karena ada beberapa jenis kapang yang dapat menghasilkan racun (mikotoksin). Seperti Aspergillus flavus dengan bentuk yang sulit dibedakan dengan jenis kapang yang tidak menghasilkan racun. Walaupun mikro organisme dapat terbunuh setelah proses pemanggangan namun, jika di dalam adonan terdapat spora bakteri, spora tersebut tidak dapat terbunuh tetapi spora tidak akan tumbuh jika roti tidak dalam keadaan basah.

Faktor yang dapat menyebabkan roti menjadi busuk yaitu kualitas bahan baku, waktu serta suhu pemanggangan roti yang kurang, roti yang telah dikemas sebelum dingin, dan kontaminasi setelah proses pemanggangan (tahap pemotongan, pendinginan atau pengemasan). Udara menjadi salah satu sumber kontaminasi utama. Cara pengolahan pangan yang baik pada industri roti dapat mengurangi kontaminasi pada roti setelah proses pemanggangan.

Pengawet Roti

Roti memiliki ketahanan yang cukup rendah sehingga mudah terkontaminasi oleh mikroorganisme. Oleh karena itu, dalam proses pembuatan roti membutuhkan pengawet roti yang berfungsi untuk memperpanjang daya simpan makanan dan menghambat pertumbuhan mikro organisme yang dapat membuat roti cepat rusak. Namun, kondisi pabrik saat mengolah roti harus tetap diperhatikan.

Anda dapat menggunakan pengawet roti yang aman dikonsumsi oleh konsumen yang dijual oleh Markaindo hasil produksi dari Koyo Chemical Industry. Dengan sistem kendali mutu yang unik Koyo meyakini dapat jual pengawet makanan yang aman untuk konsumen.

Anda dapat menggunakan beberapa jenis pengawet roti yang disediakan oleh Markaindo hasil produksi Koyo, seperti varian Keep yang dikhususkan untuk mengolah jenis makanan yang tidak dipanaskan kembali seperti roti dan kue. Dan terdapat pula jenis pengawet roti lainnya yang dapat mempertahankan kualitas makanan agar tidak berubah seperti jenis Coatroll.

Nah itulah beberapa jenis pengawet roti yang aman untuk dikonsumsi oleh konsumen. Namun, tetap gunakan pengawet tersebut dalam batas yang wajar agar tetap aman dikonsumsi. PT Markaindo Selaras jual pengawet makanan produksi Koyo yang terdiri dari berbagai jenis produk.

Pengawet makanan yang aman tentu menjadi sebuah keharusan. Anda dapat memesan pengawet makanan yang aman ini di website di markaindo.co.id atau dapat mengirim email di marketing@markaindo.co.id.