Jenis Bahan Pengawet Makanan Yang Tidak Baik Untuk di Konsumsi

  • jenis bahan pengawet

Saat mendengar kata-kata pengawet, pewarna, atau pemanis tambahan, sebagian besar orang akan berfikir hal-hal negatif yang dapat merusak kesehatan tubuh. Tetapi pada kenyataannya bahan pewarna, pemanis dan lainnya termasuk dalam bahan tambahan pangan (BTP) atau campuran bahan kimia yang dipergunakan untuk memperbaiki karakter pangan agar kualitasnya meningkat. Selain itu, BTP memiliki fungsi lain seperti untuk mengawetkan makanan, mencegah pertumbuhan mikroba perusak makanan, mencegah terjadinya reaksi kimia yang dapat menurunkan kualitas produk, dan membentuk makanan menjadi lebih baik, renyah, serta lebih enak di mulut.

Sebenarnya tidak ada larangan untuk menggunakan BTP jika yang dipakai memang khusus untuk makanan (food grade) dan dalam jumlah takaran tidak berlebihan. Oleh karena itu, sebaiknya ketahui terlebih dahulu perbedaan BTP yang berbahaya dan mana yang termasuk dalam kategori yang tidak boleh dikonsumsi seperti berikut ini:

Pewarna Rhodamin B

Ini adalah zat pewarna yang digunakan untuk industri cat, tekstil, dan kertas. Zat warna sintetis ini berbentuk seperti serbuk kristal, tidak berbau, berwarna merah keunguan, dan dalam bentuk larutan berwarna merah terang.

Pewarna Metanil Yellow

Zat yang lebih dikenal dengan panggilan acid yellow 36 ini berbentuk serbuk berwarna jingga. Zat ini dipakai untuk keperluan industri dan menimbulkan polusi. Biasa digunakan pada proses pembuatan kertas, serat, sutra, tinta aluminum, sabun, kayu, kosmetik dan sebagainya.

Zat Formalin

Formalin merupakan larutan yang formaldehid dalam air dengan kadar 30-40%. Zat ini dapat dalam bentuk yang sudah diencerkan, yaitu dengan kadar formaldehidnya 40, 30, 20 dan 10% dan dapat ditemukan dalam bentuk tablet yang beratnya masing-masing sekitar 5 gram.

Asam Borat (Boraks)

Boraks merupakan bahan solder, bahan pembersih, pengawet kayu, antiseptik kayu, dan pengontrol kecoak. Bahan ini dikenal juga dengan nama natrium biborat, natrium piroborat, natrium tetraborat. Zat ini memiliki warna putih dan sedikit larut dalam air.

Bahan Pengikat Rasa

Brominated Vegetable Oil (BVO) merupakan pencampuran dari trigliserida pada tanaman jagung atau kedelai yang bereaksi dengan atom bromin. Zat ini ditambahkan ke dalam minuman yang memiliki rasa seperti lemon, jeruk, jeruk nipis, dan sebagainya yang dipergunakan sebagai agen pengemulsi agar tidak terjadi pemisahan rasa selama proses pengolahan. Kandungan utama di dalam BVO adalah bromin yang memiliki sifat racun dan tergolong zat kimia korosif. Zat ini dapat menyebabkan kerusakan sistem organ.

Nah, itu dia beberapa jenis zat kimia yang sering disalahgunakan oleh para pedagang dan dicampurkan dalam bahan masakannya agar menghemat biaya pengeluaran modal dan mendapatkan keuntungan lebih banyak. Untuk itu sebagai konsumen harus cermat sebelum membeli bahan-bahan makanan karena efek yang dapat ditimbulkan dari berbagai zat berbahaya tersebut seperti meningkatkan resiko terjadinya kanker, kelumpuhan, kehilangan memori dan tidak menutup kemungkinan hingga kematian.

Walaupun banyak zat kimia berbahaya yang sering disalahgunakan oleh pedagang secara illegal namun, tetap ada bahan pengawet makanan yang aman untuk dikonsumsi dalam takaran yang tepat seperti produk pengawet makanan alami dari CFB (Chemische Fabrik Budenheim) karena produk dari Budenheim menggunakan bahan-bahan yang telah teruji kualitasnya sehingga dipastikan aman untuk dikonsumsi oleh semua orang. Anda dapat membeli pengawet ini di PT. Markaindo Selaras atau dapat langsung mengunjungi websitenya di www.markaindo.co.id untuk melihat berbagai varian yang ditawarkan atau bisa juga melalui email di marketing@markaindo.co.id.