Cara Pembuatan dan Kegunaan Texturized Soy Protein Pada Umumnya

  • texturized soy protein

Sejak dahulu masyarakat Indonesia telah mengkonsumsi berbagai jenis makanan olahan dari kedelai. Dari segi gizi, ternyata kedelai merupakan sumber gizi yang baik. Kedelai utuh mengandung 35-38% protein, yang tertinggi dari segala nilai kacang-kacangan lainnya. Nilai protein kedelai jika difermentasi dan dimasak akan memiliki mutu yang lebih baik dari jenis kacang-kacangan lain. Di samping itu, protein kedelai yang merupakan satu-satunya leguminosa yang mengandung semua asam amino esensial yang sangat diperlukan oleh tubuh. Asam amino tersebut tidak dapat disintesis oleh tubuh, jadi harus dikonsumsi dari luar. Dalam bentuk makanan seperti tempe dan tahu, mutu proteinnya sudah mendekati mutu protein daging ayam dan sapi (PER tempe = 2.15 dibanding PER daging = 2.35). Protein kedelai juga memiliki kandungan lisin (asam amino esensial) dalam jumlah besar, sehingga dapat menutupi kekurangan lisin yang biasanya diderita oleh beras dan jagung. Karena itulah, konsumsi kedelai dengan makanan pokok dapat mengisi kekurangan asam amino esensial dan mampu meningkatkan protein yang dapat digunakan sekitar 42% tanpa penambahan biaya.

Mengenal Texturized Soy Protein

Texturized Soy Protein adalah produk yang biasa digunakan sebagai campuran untuk berbagai olahan daging seperti nugget, sosis, bakso, dan berbagai macam oalahan daging lainnya. Fungsi utama Texturized Soy Protein adalah sebagai bahan pengisi (filler) untuk menekan biaya produksi dengan tetap mempertahankan kualitas produk akhir. Texturized Soy Protein ( TSP), atau di sebut juga Texturized Vegetable Protein (TVP), di produksi dari soy flour yang diolah dengan proses ekstrusi, selama proses ekstrusi tersebut massa soy flour mengembang sedemikian rupa sehingga membentuk struktur produk yang porous dan terbuka dengan kadar protein akhir 50-54% (dry basis). Setelah mengalami proses hidrasi (penambahan air kembali), tekstur dari Texturized Soy Protein menyerupai tekstur daging giling yang lunak tetapi tidak lembek. TSP sangat umum digunakan dalam produk produk olahan daging seperti sosis, burger, chicken nugget, meat ball, corned beef dan lain lain. Fungsi utama dari TSP adalah untuk menekan biaya produksi dengan tetap mempertahankan kualitas produk akhir. Mengurangi penggunaan daging sapi dan menggantinya dengan TSP, supaya bisa menekan biaya produksi. Efek samping dari penggunaan TSP adalah munculnya bau langu kedelai pada produk. Jumlah penggunaan TSP tergantung dari jenis produk yang akan dibuat, tekstur yang dikehendaki intensitas bau langu kedelai yang masih bisa di terima oleh konsumen. Intinya penggunaannya sangat flexibel. Umumnya TSP digunakan sejumlah 2 - 5% (sebelum ditambah air) dari total adonan produksi. Penggunaan di atas 5% dapat dilakukan, selama bau langu kedelai  masih masuk dalam standar mutu produk.

Texturized Soy Protein yang dijual Markaindo diproduksi oleh Bremil, Bremil adalah perusahaan yang berasal dari Brazil yang fokus memproduksi berbagai jenis bahan baku untuk industri pengolahan daging seperti textured soy protein, isolated soy protein, breadcrumb, bumbu - bumbu dan food additives (curing salt, pewarna makanan, preservatives). Jika Anda Tertarik untuk membeli Texturized Soy Protein (TSP), Marakaindo menyediakan produk Texturized Soy Protein (TSP) dengan kualitas yang tinggi dan harga yang terjangkau, Anda hanya perlu mengunjungi website Markaindo www.markaindo.co.id untuk memesan produk TSP dan bisa mengetahui lebih lanjut tentang apa itu Texturized Soy Protein (TSP) Anda juga bisa mengunjungi halaman produk yang membahas tentang TSP.