8 Makanan Pengganti Daging untuk Vegetarian

Vegetarian merupakan gaya hidup yang saat menjadi sebuah pilihan yang cukup digemari. Para vegetarian ini hanya mengkonsumsi sayur-sayuran dan buah-buahan. Vegetarian memang punya banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Jika dibandingkan dengan pemakan daging, mereka yang menjadi vegetarian memiliki berat badan dan tingkat kolesterol yang lebih sehat, serta makin kecil kemungkinan terjangkit tekanan darah tinggi, kanker prostat, kanker usus besar, dan diabetes tipe dua. Menerapkan pola makan vegetarian maka produk yang dikonsumsi hanya yang berasal dari nabati. Namun, menjadi vegetarian bukan berarti tak bisa menikmati olahan daging seperti ayam goreng balado, bakso, sate ayam, empal, rendang sapi, burger, pizza, maupun sushi. Vegetarian tetap bisa menyantap makanan tersebut, namun jelas bukan dengan daging asli, tapi dengan daging ala vegetarian dan makanan pengganti untuk vegetarian yang terbuat dari bahan nabati umumnya seperti tempe, tahu, jamur, gluten, atau mencoba produk makanan pengganti untuk vegetarian yang diproduksi oleh PT. Markaindo.

Ada beberapa jenis sayur yang memiliki kandungan protein, sehingga bisa dijadikan sebagai makanan pengganti untuk vegetarian. Jangan ragu dengan kadar kandungan proteinnya karena terbilang sangat tinggi. Dengan mengkonsumsi makanan pengganti untuk vegetarian, tidak akan kekurangan protein pada vegetarian. Daging nabati atau makanan pengganti untuk vegetarian tidak sulit didapatkan. Daging nabati atau daging khusus vegetarian sudah tersedia di restoran atau rumah makan vegetarian, bahkan di beberapa supermarket.  Daging nabati umumnya memiliki kadar protein tertentu yang difungsikan untuk menjadi alternatif protein daging hewani. Nah, menu apa saja yang bisa menjadi daging nabati dan bisa dikonsumsi oleh para vegetarian?

Berikut adalah bahan makanan pengganti untuk vegetarian.

1. Tempe

Tempe merupakan menu olahan kacang kedelai yang difermentasikan dengan jamur Rhizopus sp. Di dalam 100 gr tempe terkandung kadar protein 20,8 gr, lemak 8,8 gr, serat 1,4 gram, kalsium 155 mg, fosfor 326 mg, zat besi 4 mg, vitamin b1 0,19 mg, dan karoten 34 mg. Umumnya, Anda bisa mengkreasikan tempe menjadi daging nabati dalam berbagai cara seperti steak tempe, oseng tempe,  tempe bakar, bacem tempe, serta berbagai menu olahan lainnya.

2. Tahu

Tahu dibuat dengan cara menggumpalkan protein yang kemudian juga ditambahkan biang ke dalamnya. Setidaknya per 100 gr tahu mengandung 63 mg fosfor, 124 mg kalsium, 1,6 gr karbohidrat, 4,6 gr lemak, dan 7,8 gr protein. Tak kalah dengan tempe, tahu juga punya banyak cara pengolahan. Anda bisa mengolah tahu yang lembut menjadi perkedel tahu, bakso tahu, nugget tahu, tahu krispi, tahu isi, hingga pepes tahu.

3. Jamur

Tanaman yang bisa tumbuh di tempat lembab, kulit pohon, ataupun tumpukan jerami ini juga bisa menjadi daging nabati lezat. Setidaknya, 100 gr jamur secara umum mengandung 2,9 gr protein, 5gr kalsium, 1,04 gr besi, 10 mg magnesium, 104 fosfor, 8,8 mcg selenium, 4,08 karbohidrat, serta energi 105 kj. Daging jamur yang kenyal juga menjadikan daging nabati ini cocok diolah dalam berbagai menu. Mulai dari campuran capcai, tumis, sate, jamur krispi, bakso, nugget, sate, hingga pepes jamur.

4. Gluten

Gluten mungkin akan terdengar asing ditelinga, terlebih bagi Anda yang tidak bisa berburu daging nabati. Namun, gluten merupakan produk yang sangat populer di kalangan vegetarian karena banyak ditemukan dalam berbahai produk pangan seperti daging sintetis, ayam sintetis, ikan sintetis, dan menu lainnya yang berasal dari daging hewani. Gluten juga telah terbukti lebih berkualitas dibandingkan dengan daging hewani karena bersifat lebih tahan lama. Setidaknya, gluten mengandung 80% protein jenis gliadin dan glutenin. Maka tak heran bila protein gluten dinilai lebih tinggi daripada protein hewani. Bahkan, gluten juga kaya akan zat antioksidan dan anti kanker sehingga sangat aman untuk dikonsumsi semua lapisan masyarakat.

5. TSP (Texturized Soy Protein) Sebagai Pengganti Daging

Selain olahan daging nabati diatas ada juga produk yang disebut Texturized Soy Protein atau TSP, TSP sendiri adalah produk tepung bertekstur yang terbuat dari kedelai, yang biasa digunakan sebagai campuran atau filler untuk produk olahan daging seperti sosis, bakso, nugget, selain untuk produk olahan daging Texturized Soy Protein (TSP) juga bisa digunakan sebagai daging nabati sebagai pengganti daging. Markaindo menyediakan beberapa produk Texturized Soy Protein (TSP) yang bisa Anda gunakan untuk keperluan Anda, Bremil adalah mitra dari Markaindo yang memasok produk TSP (Texturized Soy Protein),  produk TSP (Texturized Soy Protein) Bremil bernama TVP  Bremil Natural Ref. 36 PG.025 dan TVP Bremil Dark Red 14 MM B805, kedua produk tersebut berfungsi sebagai filler produk daging olahan atau sebagai makanan pengganti untuk vegetarian.