7 Dosis Bahan Tambahan Pangan yang Aman Menurut Menteri Kesehatan

  • bahan tambahan pangan

Bahan tambahan pangan (BTP) merupakan satu kesatuan dari bahan baku namun, ditambahkan pada makanan dengan tujuan memperbaiki sifat dan bentuk makanan menjadi lebih baik. Dalam penggunaan bahan tersebut, perlu adanya pengawasan dan takaran yang sesuai anjuran. Jika menggunakan bahan tambahan pangan secara berlebihan dapat membahayakan tubuh.

Terdapat banyak kesalahpahaman yang terjadi saat penggunaan Menteri kesehatan kini telah mengatur takaran penggunaan bahan tambahan pangan. Berikut adalah 7 dosis bahan tambahan pangan yang aman menurut SK Menkes no.722/Menkes/Per/IX/88:

1. Pewarna Makanan

  Selanjutnya, bahan tambahan pangan yang diatur adalah pewarna makanan dengan takaran sebagai berikut:

- Ponceau 4R untuk pewarna saus sambal pada dosis 300 mg per 1 kg makanan atau 70 mg per 1 kg minuman

- Merah allura/allura red pada dosis 70 mg per 1 kg makanan atau 300 mg per 1 kg adonan

- Erythrosine pada dosis 300 mg per 1 kg berat badan per hari

2. Pengawet Makanan

Di dalam penggunaan pengawet makanan telah diatur takarannya sebagai berikut:

- Asam benzoate dapat digunakan sebanyak 1 g per 1 kg adonan

- Sodium benzoate dapat digunakan sebanyak 1 g per 1 kg adonan

- Asam propionate dapat digunakan sebanyak 3 g per 1 kg adonan (pada produk roti)

- Belerang dioksida dapat digunakan sebanyak 500 mg per 1 kg adonan

3. Pemutih dan Pematang Tepung

Bahan tambahan pangan selanjutnya yaitu pemutih dan pematang tepung. Kedua produk ini memiliki aturan dalam penggunaannya, seperti berikut:

- Asam askorbat/ascorbic acid/vitamin C dapat digunakan dengan dosis 200 mg per kg berat badan per hari

- Aseton peroksida dapat digunakan secukupnya

4. Pemanis

Pemanis juga merupakan bahan tambahan pangan yang dianjurkan digunakan dalam takaran berikut ini:

- Sakarin dapat digunakan dengan dosis 2,5 mg per 1 kg berat badan per hari

- Sodium siklamat dapat digunakan dengan dosis 11 mg per 1 kg berat badan per hari

- Aspartam dapat digunakan dengan dosis 40 mg per 1 kg berat badan per hari

- Sorbitol (biasanya digunakan oleh penderita diabetes dan orang yang membutuhkan kalori rendah)

5. Pengental

Pengental merupakan bagian dari bahan tambahan pangan yang diatur penggunaannya, seperti berikut:

- Pectin dengan dosis 10 g per kg (ada 2 macam pectin apple dan pectin citrus)

- Gelatin dengan dosis 5 mg per kg

6. Penyedap Rasa dan Aroma

MSG atau lebih sering disebut sebagai micin ternyata memiliki batasan pakai yang ditentukan oleh pemerintah, seperti berikut ini:

- MSG (monosodium glutamate) yang lebih dikenal sebagai micin/vetsin digunakan dengan dosis 120 mg per kg berat badan per hari

7. Antioksidan

Terakhir, antioksidan menjadi salah satu bagian dari bahan tambahan pangan yang diatur takaran penggunaannya, seperti berikut:

- Asam ascorbat/Ascorbic acid/vitamin C  sebaiknya digunakan pada dosis 500 mg per kg untuk produk daging

- BHT sebaiknya digunakan pada dosis 200 mg per kg sebagai anti tengik untuk minyak goreng. - TBHQ dosis anti tengik untuk minyak goreng

Nah, itu semua adalah dosis yang boleh digunakan bahan tambahan pangan di dalam makanan. Sebaiknya Anda mengikuti aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah untuk menjaga kesehatan tubuh Anda. Jika Anda ragu dengan bahan tambahan pangan yang berbahaya, gunakan produk dari Wiberg.

Produk yang dihasilkan oleh Wiberg Berger & Co. G.m.b.H sudah terbukti aman untuk dikonsumsi. Anda bisa mendapatkan produk ini di Markaindo dengan mengunjungi website di www.markaindo.co.id atau bisa menghubungi melalui email di marketing@markaindo.co.id.